Opini: Aspek Keamanan Bangunan Gedung Harus Dioptimalkan

Keamanan Bangunan Gedung Pemerintah dan Publik secara khusus di DKI Jakarta harus dioptimalkan. Kejadian pada hari Senin 15 Oktober 2018 dimana ada peluru yang menembus Fasade Bangunan Gedung DPR RI, harus diteliti dahulu penyebabnya. Sebelum valid hasil investigasi dari pihak yang berwenang dihasilkan, kita belum dapat memutuskan penyebab kejadian yang terjadi pada 15 Oktober 2018 pada Gedung DPR RI.

Sehubungan dengan Keamanan Bangunan Gedung, harus memperhatikan Aspek Keamanan Internal dan Keamanan Eksternal.

Aspek Keamanan Bangunan Gedung Eksternal memperhatikan beberapa hal:
1. Tata Ruang Wilayah
2. Peruntukan Lahan
3. Fungsi Lahan
4. Kepadatan Wilayah
5. Sirkulasi Wilayah
6. Jumlah Penduduk
7. Konteks Sosial

Aspek Keamanan Bangunan Gedung Internal mencermati:
1. Fungsi Bangunan Gedung
2. KDB/KLB
3. Desain Bangunan Gedung
4. Kualitas Bahan Bangunan Gedung
5. Karakter dan Kapasitas Penghuni
6. Sistem Keamanan Bangunan Gedung
7. Manajemen Pemanfaatan/Operasional Bangunan Gedung

Secara khusus untuk Tata Ruang Kawasan Bangunan Gedung DPR RI, perlu diperhatikan benar penataan ruang yang mewujudkan Keamanan Bangunan Gedung. Sudah saatnya kepadatan di sekitar Gedung Parlemen kita ini ditata kembali. Pemda DKI Jakarta hendaknya juga bijaksana menata kepadatan kawasan secara terintegrasi sesuai RUTR dan RDTR Kawasan Provinsi DKI Jakarta.

Kita optimalkan bersama Keamanan Bangunan Gedung……

Prof. Dr. Manlian Ronald. A. Simanjuntak, ST., MT., D.Min
(Guru Besar Universitas Pelita Harapan)
HP : 081219197499 (WA)
081383454548
FB : https://m.facebook.com/manlian.simanjuntak

(021) 4711796

Ruko Grha Mas Pemuda Blok AD/3
Rawamangun, DKI Jakarta